MEMBACA ARAH INTEGRASI ILMU DI UIN : PARADIGMA DAN GERAKAN KEILMUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI


“Universitas Islam Negeri bukan sekadar tempat berbagai ilmu bertemu, tetapi ruang untuk mempertemukan ilmu, nilai, dan kemanusiaan.”

Buku Paradigma dan Gerakan Keilmuan Universitas Islam Negeri karya Dr. H. Eka Putra Wirman, Lc., M.A., mengajak pembaca melihat perubahan IAIN menjadi UIN dari perspektif yang lebih mendasar. Perubahan tersebut bukan sekadar perubahan nama, struktur, atau bertambahnya program studi, tetapi menyangkut perubahan cara pandang terhadap ilmu pengetahuan.

Kehadiran UIN membuka ruang yang lebih luas bagi berkembangnya berbagai disiplin ilmu, baik ilmu keislaman maupun ilmu-ilmu umum. Namun, persoalannya bukan sekadar bagaimana kedua kelompok ilmu tersebut berada dalam satu universitas. Tantangan yang lebih penting adalah bagaimana keduanya dapat berdialog, saling memperkaya, dan melahirkan paradigma keilmuan yang khas. Di sinilah gagasan integrasi ilmu menjadi penting.

Buku ini membahas berbagai paradigma keilmuan yang dikembangkan oleh UIN di Indonesia. Setiap perguruan tinggi memiliki karakter, sejarah, dan strategi pengembangan keilmuan yang berbeda. Keragaman tersebut menunjukkan bahwa integrasi ilmu bukan konsep yang selesai dalam satu rumusan, melainkan sebuah proses intelektual yang terus dicari dan dikembangkan.

Hal menarik dari buku ini adalah penekanannya bahwa paradigma keilmuan tidak boleh berhenti pada slogan, simbol, atau dokumen kelembagaan. Paradigma harus hadir dalam praktik akademik: dalam kurikulum, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga budaya akademik. Dengan demikian, integrasi ilmu benar-benar menjadi gerakan keilmuan, bukan sekadar identitas universitas.

Buku ini juga mengingatkan bahwa ilmu tidak hanya berbicara tentang bagaimana manusia mengetahui sesuatu, tetapi juga untuk apa pengetahuan tersebut digunakan. Karena itu, pengembangan ilmu perlu berjalan bersama nilai, etika, dan tanggung jawab kemanusiaan. Perguruan tinggi Islam memiliki peluang untuk menghadirkan tradisi akademik yang mempertemukan kecerdasan intelektual dengan kedalaman spiritual dan moral.

Bagi dosen, mahasiswa, pengelola perguruan tinggi, dan pemerhati pendidikan Islam, buku ini menjadi bacaan yang relevan untuk merefleksikan arah perkembangan UIN. Buku ini tidak hanya mengajak pembaca memahami berbagai model integrasi ilmu, tetapi juga mendorong pertanyaan yang lebih kritis tentang kebermaknaan paradigma tersebut dalam kehidupan akademik.

Perubahan IAIN menjadi UIN seharusnya tidak berhenti pada perubahan kelembagaan. Yang lebih penting adalah perubahan cara berpikir, cara mengembangkan ilmu, dan cara menghadirkan ilmu bagi kehidupan. Sebab, universitas Islam tidak cukup hanya menghasilkan orang-orang yang menguasai ilmu, tetapi juga perlu melahirkan manusia yang mampu menggunakan ilmu secara bijaksana dan bertanggung jawab.

Dengan demikian, buku ini meninggalkan satu pertanyaan penting: ketika institusinya telah berubah menjadi universitas, sudahkah paradigma dan gerakan keilmuannya benar-benar berubah?

Identitas Buku

Penulis: Dr. H. Eka Putra Wirman, Lc., M.A.

Penerbit: Kencana/Prenada Media

Tahun terbit: 2019

ISBN: 978-623-218-322-3

Tebal: 130 halaman

Ukuran: 14 × 20,5 cm