INTEGRASI ILMU MAZHAB INDONESIA
“Ilmu tidak menjadi utuh karena berdiri sendiri, tetapi karena mampu berdialog dengan ilmu lain untuk memahami realitas dan menghadirkan kemaslahatan.”
Ilmu pengetahuan sering berkembang dalam batas-batas disiplin. Ada ilmu agama, ilmu sosial, humaniora, sains, dan teknologi. Masing-masing memiliki objek, metode, dan tradisi keilmuan sendiri. Namun, apakah persoalan kehidupan juga hadir dalam batas-batas tersebut? Buku Integrasi Ilmu Mazhab Indonesia karya Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si. mengajak pembaca melihat bahwa kompleksitas kehidupan membutuhkan cara pandang keilmuan yang tidak terkotak-kotak.
Buku ini secara khusus membahas perkembangan integrasi ilmu di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Penulis menunjukkan bahwa meskipun perguruan tinggi memiliki istilah dan model integrasi yang berbeda-beda, pada dasarnya terdapat kesamaan dalam basis ontologis, epistemologis, dan aksiologisnya. Integrasi diarahkan pada upaya mempertemukan ilmu keislaman dengan sains dan teknologi, ilmu sosial, serta humaniora.
Yang menarik, integrasi dalam buku ini tidak berhenti pada gagasan “menggabungkan” dua jenis ilmu. Penulis membicarakan empat pendekatan penting, yaitu interdisipliner, crossdisipliner, multidisipliner, dan transdisipliner. Keempat pendekatan tersebut memberikan cara berbeda dalam membangun hubungan antardisiplin. Dengan demikian, integrasi ilmu bukan sekadar menambahkan perspektif agama ke dalam ilmu umum atau sebaliknya, tetapi berusaha membangun dialog yang lebih produktif di antara berbagai tradisi keilmuan.
Kekuatan lain buku ini adalah sifatnya yang reflektif. Buku ini tidak dimaksudkan sebagai buku teks dengan konstruksi teori yang sangat rumit. Penulis menyebutnya sebagai refleksi atas program dan perkembangan integrasi ilmu di perguruan tinggi, khususnya PTKI, yang dihimpun dari pemahaman dan pengalaman penulis sejak karya-karya yang dikembangkan sejak tahun 2000-an. Karena itu, pembahasannya relatif mudah diikuti, terutama bagi mahasiswa, dosen, dan pimpinan perguruan tinggi.
Dari sisi isi, buku ini cukup luas. Bab awal membahas integrasi ilmu di PTKI, posisi Islamic Studies dalam rumpun ilmu, hubungan ilmu agama dan ilmu umum, epistemologi integrasi ilmu, nalar Islami, serta integrasi melalui kelembagaan. Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa integrasi ilmu bukan hanya persoalan kurikulum, tetapi juga menyangkut cara memandang hakikat ilmu, sumber pengetahuan, dan tujuan penggunaan ilmu.
Meski demikian, buku ini lebih kuat sebagai buku refleksi dan pemetaan pemikiran tentang integrasi ilmu daripada sebagai panduan teknis yang memberikan langkah operasional secara rinci. Pembaca yang mengharapkan model implementasi integrasi ilmu yang sangat praktis mungkin masih membutuhkan sumber lain.
Namun, justru di sinilah nilai penting buku ini: ia menyediakan landasan pemikiran untuk terlebih dahulu memahami mengapa ilmu perlu diintegrasikan sebelum berbicara tentang bagaimana integrasi itu dilaksanakan.
Buku Integrasi Ilmu Mazhab Indonesia relevan dibaca di tengah tantangan perguruan tinggi yang semakin kompleks. Persoalan manusia tidak pernah hanya menjadi persoalan satu disiplin. Pendidikan membutuhkan psikologi, teknologi, filsafat, sosiologi, bahkan nilai-nilai agama. Persoalan lingkungan membutuhkan sains sekaligus etika. Perkembangan teknologi membutuhkan kemampuan teknis sekaligus pertimbangan kemanusiaan. Karena itu, integrasi ilmu bukan sekadar pilihan akademik, tetapi kebutuhan untuk memahami realitas secara lebih utuh.
Buku ini, pada hakikatnya adalah mengajak kita untuk mengubah pertanyaan: bukan lagi “ilmu apa yang paling penting?”, melainkan “bagaimana berbagai ilmu dapat berdialog untuk menghadirkan pengetahuan yang lebih utuh dan bermanfaat?”
Identitas Buku
Judul: Integrasi Ilmu Mazhab Indonesia: Studi Interdisipliner, Crossdisipliner, Multidisipliner, dan Transdisipliner
Penulis: Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si.
Penerbit: Kencana, Prenada Media Group
Cetakan: Pertama, Oktober 2023
Tebal: 306 halaman
ISBN: 978-623-384-538-0

0 Comments